Cucu Habibie Dicoret Dari Daftar Pemain Timnas U-19

Cucu Habibie Dicoret Dari Daftar Pemain Timnas U-19
Cucu Habibie Dicoret Dari Daftar Pemain Timnas U-19

Indra Sjafri baru saja mencoret 2 nama pemain timnas Indonesia U-19 yang tengah dipersiapkannya untuk berlaga di ajang Piala AFF U-18. Dimana, Rafid Habibie yang merupakan cucu dari mantan RI 1 BJ Habibie itu masuk sebagai nama yang dicoret.

Jelang keberangkatannya ke Myanmar untuk melakoni Piala AFF U-18 pada 4 hingga 17 September ’17 mendatang, Garuda Muda memang sedang digenjot habis-habisan oleh Indra. Sore kemarin (Selasa, 25 / 7 / 2017), sesi latihan intens sudah dimulai di lapangan sepakbola Atang Sutrisna Cijantung.

“Dari 30 nama yang ada, saya terpaksa harus mencoret Rafid (Habibie) yang bermain sebagai gelandang dan David Sanjay yang bermain sebagai kiper”, papar indra yang ditemui disela-sela kesibukannya melatih.

“Namun yang perlu dijelaskan disini, dicoret itu bukan saja karena soal skill dan performa ya. Contohnya Rafid. Saya terpaksa tidak mengikutsertakannya ke Myanmar, karena berdasarkan informasi dari fisioterapi kakinya mengalami masalah. Jadi, performa tandingnya nanti tidak akan maksimal. Begitu pun juga dengan David. Ada faktor X yang kami pertimbangkan, hingga akhirnya memutuskan untuk juga tidak mengikutsertakan David”, terang pelatih yang juga mantan gelandang itu.

Kendati sudah pasti tidak diterbangkan ke Myanmar, Rafid dan David tetap akan diikutsertakan ke Padang pada laga uji coba kontra PSP Padang akhir pekan ini (Sabtu, 29 / 7 / 2017).

Laga uji coba melawan PSP Padang itu sendiri, juga akan dijadikan Indra sebagai sarana untuk menjajal kekuatan fisik para anak didiknya. Sejauh ini menurut Indra, angka VO2 max para pemain timnas U-19 masih berada dibawah target. Yaitu, masih mencapai angka 59 dari target angka 60 yang menjadi target sebelumnya.

“Sekalian tes fisik juga lah. Fisik mereka (pemain timnas U-19) masih berada dibawah target soalnya sampai sekarang. Ga jauh dari target, tapi tetap saja belum mencapai dari target yang diharapkan”, tuntas Indra menyudahi pembicaraan.

Jangan Karena Sudah Juara, Garuda Muda Melorot Semangatnya

Jangan Karena Sudah Juara, Garuda Muda Melorot Semangatnya
Jangan Karena Sudah Juara, Garuda Muda Melorot Semangatnya

Menjelang Piala AFF U-15, Fakhri Husaini berkata ada 3 poin yang harus diperhatikan oleh tim nasional U-16.

“Hal pertama adalah kekompakan antar pemain. Jangan masing-masing pemain merasa lapar buat bikin gol. Ini akan merusak taktik dan strategi yang sudah disusun. Sepakbola itu olahraga tim, bukan perorangan. Yang penting, masing-masing individu pemain tahu porsi dan menjiwai perannya dengan baik”, ujar Fakhri.

“Kedua, para pemain harus lebih tenang dan tidak terburu-buru dalam bermain. Utamakanlah kepada fokus untuk memenangkan pertandingan. Jangan terkecoh dengan destruksi yang dicptakan tim lawan”, imbuhnya.

“Terakhir adalah soal mental. Para pemain harus punya mental pemenang dan siap menghadapi gempuran lawan, sekuat apapun. Pokoknya jangan punya mental tempe”.

Piala AFF U-15 sendiri bakal dilangsungkan di Thailand pada tanggal 9 hingga 22 Juli 2017 mendatang. Untungnya, kepercayaan diri Garuda Muda meningkat, lantaran berhasil menaklukkan turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 Vietnam.

“Tentunya pengalaman juara kemarin, bisa jadi modal bagus buat bertanding di Piala AFF nanti”, kata pelatih asal Lhokseumawe itu.

Saat beratnding di Vietnam, Rendy Juliansyah cs berhasil membekuk Myanmar 4 – 1 dan membabat habis Taiwan 11 – 0. Sedangkan saat berhadapan dengan tim tuan rumah, Garuda Muda cuma mampu bermain imbang 1 – 1.

Bukan hanya berhasil pulang dengan titel, Indonesia juga dinobatkan sebagai Fair Play Team, gelar The Best Player yang dipredikatkan kepada Hamsa Lestaluhu, dan terakhir gelar pencetak angka terbanyak yang jatuh ke tangan Rendy Juliansyah yang berhasil membidani total 7 gol di seluruh laga turnamen.

Namun begitu, Fakhri tetap menasehati anak-anak didiknya untuk tidak terlena dengan gelar juara tersebut.

“Bangga boleh, cuma jangan lantas jadi terlena dan malah kendor semangatnya. Kedepan masih banyak yang harus dikerjakan”, ujar Fakhri.

Latihan persiapan pertama timnas U-16 bakal digelar bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitiri, Rabu, 21 Juni 2017 pekan depan. Menjelang keberangkatan mereka ke Negeri Gajah Putih, para pemain timnas memang tidak punya waktu istrahat yang lama, apalagi menikmati liburan pas Lebaran.

Rendy Juliansyah pun ikut angkat bicara terkait pengalamannya membela timnas.

“Capek juga sih. Baru pulang dari Vietnam, kami sudah harus latihan lagi. Lalu harus berangkat ke Thailand tanggal 2 Juli nanti. Agendanya benar-benar padat”, kata Rendy saat disambangi wartawan di tempat latihan atlit timnas yang berlokasi di lapangan Atang Sutresna Cijantung Jakarta pagi tadi (Kamis, 22 / 6 / 2017).

“Biasa kami mulai latihan sore jam 4. Pak pelatih banyak memberikan kami sparring, lalu selanjutnya langsung diberi evaluasi dan pengarahan”, sambungnya.

“Mudah-mudahan di Piala AFF kami bisa jadi juara lagi. Kami mendengar nasihat pak pelatih. Tidak boleh sombong walaupun sudah jadi juara, karena bisa merusak semangat bertarung nanti”, tuntas Rendy.

Disisi lain Hamsah Lestaluhu juga menyampaikan komentarnya tersendiri kepada wartawan.

“Saya optimis kalau kami bisa jadi juara lagi di Piala AFF. Fisik kami oke, dan kami memang mau jadi juara” tegas hamsah penuh optimis.

Namun begitu, Hamsah juga sedikit melakukan curhat colongan saat menceritakan aktivitas latihannya bersama rekan-rekannya di timnas U-16.

“Yang saya ga tahan kalau latihan jam 4 sore itu panasnya lho. Pas bulan uasa tenggorokan jadi tambah kering pas latihan. Cuma ya itu kan sekalian jadi ujian, ya saya jalani saja dengan senang hati”, tutupnya sambil bercanda.